Ekonomi

Perputaran Uang Ditaksir Rp25 Triliun

Selama Pilkada Serentak 2018

Jakarta | bilabila

Kamar Dagang dan Industri Indonesia mencatat, perputaran uang selama pemilihan kepala daerah atau Pilkada Serentak 2018 mencapai Rp25 triliun. Angka tersebut bersumber dari dana yang digelontorkan pemerintah untuk menyelenggarakan pilkada serta dari kampanye pasangan calon yang menjadi peserta pilkada.

Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menjelaskan, dari sisi dana yang digelontorkan pemerintah untuk pilkada serentak di 171 daerah, tercatat mencapai Rp20 triliun.
Dana itu, digunakan untuk mencetak kertas suara, logistik, biaya untuk membayar honor para petugas, serta biaya untuk masyarakat yang terlibat dalam peliputan suara.

“Kemungkinan itu di luar dari anggaran keamanan. Yang Rp29 triliun itu resmi dari pemerintah,” kata Sarman Simanjorang di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Sarman juga mengatakan, untuk dana kedua yang berasal dari pengeluaran pasangan calon, tercatat sebesar Rp5 triliun. Angka tersebut dihitung berdasarkan pengeluaran dari 17 provinsi yang menyelenggarakan pilkada, yang rata-rata pengeluaran untuk kampanye mencapai Rp75 miliar hingga Rp150 miliar.

“Kalau Rp75 miliar itu hanya yang moderat saja, karena mungkin seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dengan jumlah penduduk dan kabupaten kota yang cukup besar kami meyakini bisa Rp100 hingga Rp150 miliar. Untuk provinsi angka moderatnya Rp75 miliar,” tambah Sarman sembari menjelaskan, dana tersebut biasanya digunakan oleh pasangan calon untuk mencetak dan beli flyer, spanduk, umbul-umbul, backdrop, kaus, stiker dan keperluan kampanye lainnya.

“Kemudian pada saat kampanye, mereka akan menyewa tenda, panggung, sound system artis. Dan juga pedagang-pedagang UKM di sekitarnya itu akan memiliki dampaknya, artinya dengan pilkada 171 daerah itu sangat mampu memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas dia. (net)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close