Medan

Dua Bandar Sabu Tewas, Tiga Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Poldasu Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

Medan | bilabila

Dua dari sepuluh tersangka narkoba jaringan internasional terpaksa ditembak tim Ditres Narkoba Polda Sumut hingga tewas. Tiga tersangka lainnya juga dihadiahi timah panas polisi hingga lumpuh. Sisanya lima tersangka ditangkap hidup-hidup dengan barang bukti 17 Kg sabu dan 2000 butir pil ekstasi.

“Ini merupakan pengungkapan selama empat hari, mulai 19 Juli-22 Juli 2018 kemarin. Dari enam kasus yang kita ungkap, 10 tersangka berhasil kita bekuk. Yang kita hadirkan disini delapan tersangka–tiga diantaranya kita lumpuhkan dibagian kaki. Sedangkan dua tersangka lainnya kita lakukan tindakan tegas terukur hingga meninggal dunia,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Senin (23/7/2018).

Dikatakan Waterpauw, penangkapan pertama dilakukan di Jalan Karya Jaya, Medan Johor, Kamis (19/7) kemarin. Dari lokasi ini, polisi menangkap M dan DN dengan barang bukti 2 Kg sabu. Hasil pengembangan dari M dan DN, polisi menindaklanjuti dengan membekuk MR (38) di Jalan Ngumban Surbakti Medan. Dari tangan warga Jalan Iskandar Muda Banda Aceh ini polisi menyita 5 Kg sabu sebagai barang bukti.

Selanjutnya, terang Waterpauw, dilakukan pengembangan. Hasilnya, polisi berhasil mendeteksi keberadaan sindikat lainnya di jalan arteri Kuala Namu, Deliserdang.

Petugas pun coba mengehentikan mobil Avanza BK 1539 KP yang ditumpangi dua bandar sabu lainnya, D alias I dan AR yang melintas di jalan alteri Kuala Namu.
Sadar kalau mereka berhadapan dengan polisi, salah seorang tersangka berupaya memberondong polisi dengan senjata api (senpi). Tak mau mati konyol, polisi pun menembak keduanya hingga meninggal dunia.

Tidak berhenti sampai disitu. Penangkapan dilanjutkan di Jalan Setia Budi, Gang Kamboja, Perumahan Setia Budi. Dari lokasi itu, polisi yang menyamar sebagai pembeli (under cover buy) berhasil menangkap tiga tersangka lain, JJ, I dan DS dengan barang bukti 1 Kg sabu. Hasil interogasi polisi, ketiganya mengaku menerima sabu dari seseorang di kawasan Kampung Kubur. Namun, saat menunjukkan lokasi tersebut, JJ dan I mencoba melarikan diri. Tak mau kehilangan buruannya, polisi menembak kaki JJ dan I hingga terkapar.

Selanjutnya, masih kata Waterpauw, polisi menangkap MMS alias AG dari salah satu restoran di Jalan AH Nasution Medan. Dari tangan MMS alias AG, polisi menyita 5 Kg sabu sebagai barang bukti. Hasil interogasi polisi, tersangka mengaku memperoleh sabu dari seseorang di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara. Lagi-lagi, saat dilakukan pengembangan di kawasan Kuala Tanjung, MMS alias AG mencoba kabur sehingga polisi menembak kakinya hingga tersungkur.

Operasi terakhir, jelas Waterpauw dilakukan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Batubara, yakni Simpang Inalum dan Kampung Medang Deras, Minggu (22/7/2018). hasilnya, polisi membekuk AN (48) warga Medan Deras. Dari tangan AN, polisi menyita 2 Kg sabu dan 2000 butir pil ekstasi sebagai barang bukti.

“Seluruh sabu yang disita dikemas dengan bungkus teh China ‘Guan Ying Wang’. Ptugas juga juga menyita tiga unit sepeda motor milik para tersangka, satu unit mobil, satu pucuk pistol serta beberap unit handphone. Dengan jumlah 17 Kg sabu dan 2000 butir pil ekstasi yang disita, Poldasu bisa menyelamatkan 172 ribu nyawa anak bangsa dengan asumsi 1 gram digunakan 10 orang dan 1 butir ekstasi dikonsumsi satu orang,” tutup Waterpauw. (bewe)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close