Medan

Dukung Kota Medan Kawasan Tanpa Rokok

Medan | bilabila

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau. Oleh karena itu semua tempat yang telah ditetapkan sebagai KTR harus bebas dari asap rokok, penjualan, produksi, promosi dan sponsor rokok.

“Dampak asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan balita. Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, juga bisa menjadi pengguna/perokok bila sudah besar,” ujar Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi saat menerima audiensi pengurus Yayasan Pusaka Indonesia di ruang kerjanya,k antor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (30/7/2018).

Dijelaskan Sabrina, perokok pasif atau orang yang terpapar asap rokok lebih berbahaya dibanding perokok (orang merokok). Kondisi ini dapat dilihat di kota-kota besar, seperti Medan dan kota lainnya–karena masih terlihat orang bebas merokok di tempat-tempat umum, bahkan di sekolah. “Ke depan kita harapkan tidak ada lagi warga yang merokok di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan pusat kota, terminal maupun perkantoran, apalagi di sekolah,” harap Sabrina.

Sementara, Ketua Badan Pembina Yayasan Pusaka Indonesia Dr Edy Ikhsan SH MA mengatakan, saat ini di Sumut sudah ada 13 kabupaten/kota yang menerapkan KTR yang butuh dukungan semua pihak dan perlu terus didorong penerapannya. “Selain menjadi inisiator penerapan KTR untuk provinsi, kami juga akan terus mendorong legislasi Pergub menjadi Perda,” ujar Edy Ikhsan. (bewe)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close